Kamis, 25 November 2010

Citorek

Sabtu, 20 November 2010

Hari ini saya melakukan perjalanan ke Banten Selatan lagi. Sebenarnya perjalanan kali ini sempet tertunda beberapa kali, karena kesibukan pekerjaan. Tapi akhirnya jadi juga setelah 2 orang teman perjalanan (saudara) mengkonfirmasi waktunya bisa semua.

Kakak saya yang satu tinggal di Bintaro, sedangkan yang satunya lagi masih satu komplek dengan saya di Villa Nusa Indah, didaerah Cikeas. Untuk memudahkan, kita janjian di sekitar Cijantung, dan akhirnya ketemuan disana jam 10 malam, lalu melanjutkan perjalanan ber tiga.

Saya mengendarai Yamaha Mio tahun 2005, motor yang memang sudah biasa saya bawa touring, 2 motor yang lain Honda Beat 2010 dan Yamaha Vega. Malam itu kami menyusuri jalan raya Bogor dari arah Cijantung, kemudian ke arah Depok lanjut ke Citayam. Di Citayam kami sempat berhenti untuk mengisi bensin.

Dari situ kita melanjutkan lagi ke arah Bogor, Ciawi ke arah Sukabumi ambil kanan setelah Cibadak ke arah Pelabuhan ratu.
Sebenarnya perjalanan kali ini kurang ideal, terutama karena musim hujan, yang menemani sepanjang perjalanan kami.

Sekitar jam 3 pagi sampailah kami di Pelabuhan ratu, dan jam segitu "kafe-kafe" di sepanjang pantai sudah mulai sepi, walaupun masih ada beberapa yang dipenuhi pengunjung dengan suara musik dangdut yang menggelegar. Setelah sedikit lihat kiri kanan, kamipun mampir di salah satu "kafe", dan kesempatan itu saya manfaatkan untuk tidur.
Jam lima subuh saya dibangunkan karena kopi yang saya pesan dari semalam sudah dingin, dan terpaksalah saya minum kopi dingin, lumayan untuk mengganjal mata yang dari semalam ngantuk sekali. Setelah membayar ke pemilik kafe, kami melanjutkan perjalan lagi ke arah Citorek.

Desa Citorek
Letak Geografis
Desa Citorek terletak di Kabupaten Lebak, Kec. Cibeber, dan mempunyai 4 wilayah adat/kasepuhan yaitu :
1. Citorek Timur yang dipimpin oleh Olot Didi
2. Citorek Barat dipimpin oleh Olot Umar
3. Citorek Tengah dipimpin oleh Olot Undikar
4. Citorek Selatan dipimpin oleh Olot Kusdi

Sejarah Citorek

Pada waktu di Lebak Singka ada Raja bernama Raja Suna, beliau membawa 2 orang keturunan Pangawinan (Pacalikan), kedua orang tersebut yaitu sepasang laki-laki dan perempuan, yang laki-laki dibawa ke Cikaret (Cisungsang, Cicarucub, dll) disebut Dulur Lalaki dan diberi bekal kemenyan, sedangkan yang perempuan dibawa ke Citorek disebut Dulur Awewe diberi bekal Panglay (kunyit besar),

Karakteristik Masyarakat Citorek

Masyarakat Citorek disebut juga dengan pangawinan kehidupannya sudah setengah modern karena jalan sudah ada, listrik dan Televisi sudah ada dan bangunan rumahnya beberapa sudah modern tetapi sebagian besar rumahnya masih asli (rumah panggung). Bahasa yang dimenggunakan bahasa Sunda, sebagian besar masyarakatnya menganut agama Islam dan setiap melakukan suatu kegiatan biasanya memakai kalender hijriah/islam, untuk itu setiap melakukan/menanam sesuatu harus membaca dua kalimat syahadat. Dalam kehidupan sosialnya menganut 3 (tiga) sistim yang di anut yaitu : Negara (jaro/lurah), Agama (panghulu), dan Karuhun (kasepuhan/kaolotan). Masyarakat Citorek sebagian besar penghidupannya dari menanam padi (nyawah), oleh karena itu masyarakat desa citorek jika ingin mempunyai istri harus bisa menanam padi. Ada hari-hari tertentu masyarakat Citorek tidak boleh melakukan kegiatan terutama di sawah yaitu hari Jumat dan Minggu, maksudnya kalau hari Jumat mereka harus melaksanakan shalat jumat, dan hari minggu mereka menghormati hari libur nasional/menghormati pemerintah. Dahulu masyarakat Citorek/pangawinan tidak boleh/dilarang memakai pakaian warna hitam, kain yang dibelah dua (semacam kain bugis), kopiah/laken, sepatu, rok/anderok , kebiasaan tersebut sekarang sudah tidak berlaku lagi, tapi kalau perempuannya sebagian besar masih memakai kain (tidak pakai rok). Setiap mengadakan perayaan selalu diiringi Goong Gede (Goong besar), goong gede ini dimainkan setahun 4 kali yaitu pada saat Ngaseuk, Mipit, Gegenek dan Seren Tahun. Goong gede terdiri dari saron, kecrek, kenong, dan kending. dimainkan oleh kurang lebih lima orang. Masyarakat Citorek sekarang sudah banyak meninggalkan tradisinya misal Neres dan Sedekah Bumi sudah tidak pernah dilakukan lagi karena masyarakatnya sudah modern dan tidak percaya kepada keyakinan leluhurnya.

Sejarah Keturunan Kaolotan/Kasepuhan

1. Kasepuhan Citorek timur pertama di pimpin oleh Aki Mardai kakek dari Oyot/Oyok Didi, setelah beliau meninggal dunia digantikan oleh anaknya bernama Oyot Ijrai, Oyot Ijrai meninggal dunia digantikan oleh anak yaitu Oyot Didi sampai sekarang.
2. Kasepuhan Citorek Barat pertama di pimpin oleh seorang santri bernama Kiai Sarkam setelah meninggal dunia digantikan oleh anaknya bernama Oyot Sartim, setelah meninggal dunia digantikan oleh adiknya bernama oyot Usup dan beliau meninggal dunia digantikan oleh cucunya bernama Oyot Umar sampai sekarang.
3. Citorek Tengah pertama di pimpin oleh Aki Saki, setelah meninggal dunia diganti oleh anaknya Aki Sali dan satu bulan yang lalu beliau meninggal dunia digantikan oleh anaknya yang masih sekolah di kelas 3 SMP bernama Aki undikar.
4. Citorek Selatan yang sekarang dipimpin oleh Aki Kusdi

Adat/Tradisi Desa Citorek

1. Neres
Neres adalah ritual yang dilakukan untuk menghilangkan penyakit masyarakat atau dilakukan jika daerah tersebut mengalami kejadian-kejadian yang merugikan, seperti menyebarnya wabah penyakit, paceklik, setiap menanam padi atau pepohonan yang hasilnya tidak bagus. Ritual ini dilakukan tidak setiap tahun tetapi sesuai dengan kejadian yang dialami.
a. Neres ada 2 yaitu :
- Neres Cai dilakukan di pinggir kali/walungan/parakan
- Neres Darat dilakukan didepan rumah masing-masing.
b. Peralatan Neres
- Rumput /Palias
- Basin/Baskom/Tobas (di isi oleh air yang muter /cai mulang dan ikan paray yang hidup).
- Sesajen (isinya Nasi kuning, dodol dll)
c. Cara-cara Neres
Neres bisa dilakukan dengan cara neres cai atau neres darat, pertama masyarakat berkumpul di pinggir kali atau di depan rumah sambil berjejer lalu kasepuhan/kaolotan memercikan air yang ada di basin oleh rumput yang telah dicelupkan ke basin tersebut beberapa kali setelah selesai air tersebut dibuang ke kali Cimadur. Sekarang Neres tidak pernah dilakukan lagi terakhir Neres dilakukan 15 tahun yang lalu, karena masyarakat sudah tidak percaya lagi dengan ritual tersebut.

2. Sedekah Bumi
Sedekah bumi adalah selamatan/ruatan yang dilakukan oleh masyarakat dengan cara menyembelih kerbau. Tujuannya agar tanah leluhurnya selalu mendapat keberkahan, selalu subur, aman dan tentram. Sedekah Bumi dilakukan 3 tahun sekali.
Caranya : kerbau disembelih , kepalanya di kubur dan dagingnya dibagikan ke masyarakat, setelah sebelumnya diadakan syukuran/selametan. Sekarang tidak pernah dilakukan lagi, terlakhir dilakukan pada waktu Jaro Nurkib kurang lebih 50 tahun yang lalu.
3. Seren taun
Seren taun adalah ritual yang dilakukan oleh masyarakat Citorek tiap satu tahun sekali, biasanya di bulan Syawal. Tujuannya untuk menghormati dan sebagai tanda terima kasih kepada Yang Maha Kuasa dan Leluhur yang telah memberikan keberkahan dan kesuburan. Masyarakat Citorek setiap mengadakan perayaan Sunatan/hajatan selalu dilakukan saat seren taun, perayaan sunatan dilakukan secara besar-besaran beda dengan mengadakan perayaan pernikahan dilakukan hanya dengan penghulu tanpa perayaan. Sampai sekarang Perayaan Seren taun masih dilakukan. Sebelum dilakukan perayaan Seren taun, masyarakat melakukan hal-hal sebagai berikut :
1. Ngaseuk
Ngaseuk adalah waktu menanam padi, dan Acara Ngaseuk biasanya dirayakan dengan menabuh Goong besar (goong gede). Pada waktu ngaseuk dilaksanakan Tanur/tandur (binih kana binih) yang biasanya dilakukan waktu Silih Mulud . Pada saat padi sudah bagus (pare geus gumuna) atau supaya padi jadi bagus masyarakat Citorek biasanya tidak memakai pupuk yang memakai bahan kimia dari luar atau tidak pernah membeli pupuk, mereka biasanya membuat pupuk sendiri yaitu dari padi yang dibikin tepung atau bikin bubur dicampur dengan kelapa muda dan gula merah.
2. Mipit
Mipit adalah perayaan di waktu panen (ngambil padi). Biasanya dirayakan dengan menabuh Goong besar (goong gede). Sebelum sawah tangtu atau sawah yang punya kokolot/kasepuhan dipanen, maka masyarakat tidak akan memanen sawahnya walaupun sawah masyarakat tersebut sampe busuk sebelum sawah tangtu di ambil harus nunggu (kajeun teuing nu kami buruk lamun sawah tangtu can kolot atau can asak ulah di ala heula). Mipit biasanya dilakukan bulan Rewah/Ruwah. Setelah dipanen disimpan di lantai atau di jemur setelah kering diangkut/direngkong, dimasukan dan didudukan ke leuit (tempat padi).
3. Gegenek / Bendrong lisung
Gegenek adalah saat numbuk padi dan dilakukan oleh ibu-ibu sebanyak kurang lebih sepuluh orang, sambil nyanyi-nyanyi/lalaguan dan diiringi oleh goong gede. Sebelum padi ditumbuk harus nganyaran/dianyaran maksudnya jika padi sudah dipanen maka harus di jemur lalu di tumbuk, tetapi sebelumnya harus mengadakan syukuran/salametan.

Seren taun di Desa Adat Citorek :

1. Nganjang/babawaan
Nganjang yaitu satu hari sebelum perayaan seren tahun (sebelum hari H) harus membawa/masrahkeun sisa hasil bumi kepada kasepuhan yang disebut ngajiwa dan biasanya di tempat Olot Didi. Hasil buminya biasanya apa saja yang mereka punya misal : padi, pisang, ternak dll. Dengan diiringi Goong Gede sambil iring-iringan.
2. Hiburan/raramean
Hiburan dilakukan pada malam hari sebelum perayaan seren taun, biasanya hiburan topeng, koromong, Angklung, dankdutan dll.
3. Memotong Kerbau
Motong kerbau dilakukan pagi hari dilakukan oleh para sesepuh/kokolot setelah itu daging tersebut yang disebut daging jiwaan dibagikan kepada seluruh masyarakat Citorek/ kepada tiap keluarga (susuhunan), semua masyarakat harus dapat bagian walaupun sedikit. Daging Kerbau tersebut dibeli dari iuran masyarakat.
4. Ziarah/ ngembangan
Ziarah ketanah leluhur atau ke karuhun.
5. Rasul serah tahun / syukuran / selametan
Syukuran dilakukan di Citorek Timur di tempat Oyok Didi, biasanya para kasepuhan/kokolot, jaro, panghulu berkumpul sambil makan-makan dan musyawarah.
6. Hajatan/Sunatan
Kebiasaan masyarakat Citorek jika akan mengadakan perayaan sunatan selalu dilakukan sekalian pada saat seren taun, dilakukan setelah selametan/syukuran.
7. Kariyaan/mulangkeun ka kolot
Penutup acara sambil menabuh Goong gede, mereka menyebut acara asup leuweung menta kahirupan maksudnya mulai ke kehidupan rutinitas, masyarakat mulai kerja seperti biasa ada yang pergi kerja ke kota atau ke sawah.


Sumber dari: http://www.bantenculturetourism.com

Ternyata perjalanan ke Citorek tidak seperti yang saya bayangkan sebelumnya. Jalanan berbatu adalah jalan satu-satunya dan merupakan tantangan tersendiri.

Jembatan-jembatan kayu seperti ini juga beberapa kali harus kami lewati.
Salah satu plang tanda Taman Nasional Gunung Halimun yang kami lewati
Sebagian besar jalan berbatu yang kami lalui
Pose di atas jembatan
Jalan aspal yang masih di daerah Cisolok, sebelum masuk ke Citorek








Bagaimanapun juga perjalanan kali ini memberikan kesan tersendiri. Dan setelah menempuh perjalan kurang lebih 24 jam, 350 km perjalanan, hari Minggu tanggal 21 jam 9 malam kami meamsuki wilayah Tangerang, saya melanjutkan perjalanan ke Meruya Jakarta barat, transit ke rumah mertua, satu kakak saya melanjutkan perjalanan ke Bekasi dan yang satunya lagi pulang ke Bintaro.

Senin, 02 Agustus 2010

(Bermaksud) Ikut Serentaun


Hari sabtu, 31 Juli 2010.

Seren TaunHari ini untuk yang kedua kalinya saya mau menghadiri Serentaun di Ciptagelar, setelah yang pertama 2 tahun yang lalu.

“Seren Taun adalah upacara adat panen padi masyarakat Sunda yang dilakukan tiap tahun. Upacara ini berlangsung khidmat dan semarak di berbagai desa adat Sunda, seperti Desa Kenekes Baduy, Desa Ciptagelar Kasepuhan Banten Kidul, Kampung Naga, dan Desa Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Upacara adat sebagai syukuran masyarakat agraris ini diramaikan ribuan masyarakat sekitarnya, bahkan dari beberapa daerah di Jawa Barat dan mancanegara.”

Waktu itu saya berdua bersepeda motor, mengambil jalur Bogor - Leuwiliang - Kebun teh Nirmala - Cipetey - Gn Halimun - Ciptagelar.

Semula perjalanan lancar, sampai di Cipetey jam 4 sore, dilanjut masuk areal hutan lindung gunung Halimun. Jalan basah dan berlumpur didalam hutan merupakan tantangan utama. Dan tepat jam 8 malam akhirnya kita menyerah, karena perjalanan kurang 10 kilo lagi, tapi tenaga kita sudah habis terkuras.

Setelah berdiskusi berdua, kita putuskan untuk meninggalkan motor di tengah hutan, dan kita kembali ke perkampungan dengan jalan kaki dan hanya berbekal penerangan dari handphone.
Setelah 1 jam berjalan akhirnya sampai diperkampungan, dan dengan bantuan penduduk setempat, motor berhasil dievakuasi. Akhirnya malam itu juga kita putuskan untuk balik pulang, ikutan seren t aun gagal!

Tahun ini, bebekal pengalaman lalu, kita ganti jalur, melalui Bogor - Sukabumi - Pelabuhan Ratu - Cikakak - Sirnarasa - Ciptagelar. Sari tempat tinggal saya, Bekasi, ke pelabuhan ratu kita tempuh dalam waktu 5 jam. Jam 6 sore, setelah istirahat sejenak, kita lanjut ke Ciptagelar, walaupun disertai hujan rintik-rintik.

Walaupun begitu, di sela-sela kabut masih terlihat keindahan alam yang luar biasa, kombinasi sempurna antara perbukitan dan hijaunya pepohonan. Sekitar jam 7 malam, sampailah saya di desa Sirnarasa, cikakak yang berjarak kurang lebih 30 km dari Palabuhanratu, ibukota Kabupaten Sukabumi, desa ini berada pada ketinggian antara 700–1.000 m dpl.

Dan disini saya mengalami sedikit kecelakaan (walaupun sebenarnya bisa sangat fatal), dimana saya terpeleset saat melewati jembatan yang sedang diperbaiki, dan hanya di pasang 2 lembar papan kayu. Dan beruntung saya, badan saya terdangkut di pinggiran papan, sehingga posisi saya menggantung dengan motor menimpa tubuh saya, dan 3 meter dibawah saya, jelas sekali saya dengar suara aliran air sungai berbatu. Dengan bantuan penduduk setempat saya berhasil di angkat bersama sepeda motor saya, dengan hanya luka lecet dan lebam.

Dan setelah mengucapkan terimakasih, dan berbasa basi sebentar, saya melanjutkan perjalanan menuju Ciptagelar yang kurang lebih tinggal 10 km lagi. Motor kita geber menaiki jalanan berbatu, yang sangat licin karena terus di guyur hujan. Namun setelah kurang lebih berjalan 2 km, kedua motor kami overheating sehingga kehilangan tenaga. Dengan sisa-sisa tenaga kita coba melanjutkan perjanan, tetapi apa hendak dikata, tenaga motor kami habis, demikian juga tenaga kami. Walaupun dalam guyuran hujan, tubuh saya serasa terbakar.

Dan sekali lagi, dengan berat hati kami memutuskan kembali turun, dengan perasaan dan badan yang remuk redam. Dan untuk kedua kali, kesempatan saya ikut Seren Taun kali ini, gagal!

Kemudian kami memacu motor kami menembus malam, menuruni gunung menuju Pelabuhan Ratu lagi, mencari tempat nongkrong yang nyaman, karena kebetulan hari ini malam minggu. Dan kami berdua menikmati malam di Pelabuhan Ratu dengan segala hingar bingar hiburan malamnya (dikesempatan lain saya akan ceritakan), dan tepat jam 3 subuh meluncur pulang.

Semoga tahun depan bisa sukses ikutan Serentaun!

Rabu, 25 Maret 2009

Seru! Perang Sistem Injeksi Pada Motor


Sistem pasokan bahan bakar injeksi pada sepedamotor, meski pelan namun pasti, segera menggantikan sistem karburasi. Di Indonesia, merek-merek besar seperti Honda sudah merintisnya pada Supra 125 tiga tahun lalu (2005). Menyusul kemudian Yamaha melalui V-ixion 2007 dan terakhir Suzuki menambah varian Shogun dengan memakai teknologi injeksi.
Salah satu hal menarik dari motor berteknologi injeksi saat ini, perbedaan harganya dengan model karburator tidak terpaut jauh. Sebagai contoh, Honda Supra injeksi lebih mahal Rp 1.250.000 dengan yang karburator. Lebih tipis lagi Suzuki Shogun, antara yang injeksi dan karbu selisih Rp 725.000.
Tren motor-motor di bawah 200 cc, silinder tunggal menggunakan injeksi tak hanya terjadi di Indonesia. Di India yang merupakan produsen dan konsumen sepeda motor nomor dua di dunia, juga sudah menerapkannya.
Tak kalah menarik, produsen komponen komputer di India, semisal Infineo telah membuat chip ECU khusus sepeda motor dengan harga murah. Jangan kaget, tahun depan makin banyak motor menggunakan sistem injeksi. Perkembangan ini bukan hanya untuk memenuhi standar emisi yang makin ketat, juga menarik konsumen dengan konsumsi bahan bakar lebih irit. Di samping itu, juga ada tren di di kalangan konsumen muda yang lebih menyenangi motor dengan teknologi mutakhir.
i-BeatFaktor lain yang membuat harga sistem injeksi makin kompetitif untuk sepeda motor, makin gencarnya pengembangan dilakukan oleh perusahaan yang selama ini mengkhususkan diri pada pembuatan karburator. Mikuni misalnya, pada 2004 meluncurkan sistem injeksi yang mereka sebut DCP (Discharge Pump) dengan merek dagang “i-Beat”. Menurut perusahaan tersebut, sistem injeksinya telah digunakan oleh Suzuki.
Kenyataanya, Yamaha juga menggunakan sistem injeksi Mikuni untuk V-ixion. Kelebihan sistem injeksi Mikuni, pompa bensin, regulator bahan bakar dan injektor dijadikan satu unit. Selain menjadi lebih kompak, jumlah komponen juga lebih sedikit.
Berkenaan dengan digunakan sistem injeksi terbaru Mikuni untuk kompetitor Honda (Suzuki dan Yamaha), produsen motor terbesar dunia itu, merancang ulang PGM-FI. Kini Honda telah menggunakan PGM-FI pada skutik bermesin 50 cc. Menurut Honda, sistem injeksi terbaru ini, nantinya akan digunakan pada motor 125 cc yang dipasarkannnya di berbagai negara.
Perbedaan sistem injeksi Mikuni dengan Honda cukup mencolok. Pada DCP Mikuni, pompa bensin tidak lagi dipasang di tangki, tetapi saluran isap. Pompa menjadi satu unit dengan injektor dan regulator. Pemasangannya pun dekat katup gas (throttle body). Sedangkan Honda – sama dengan yang diterapkan pada mesin mobil - pompa bensin di tangki. Mikuni menyebutkan sistem injeksi Honda tersebut konvensional.
Pada sistem lama atau Honda, salah satu parameter pengaturan penyemprotan bahan bakar dilakukan dengan menjaga tekanan bahan bakar secara konstan oleh pompa dan regulator. Dengan cara barunya, sistem injeksi Mikuni menyemprotkan bahan bakar ke mesin sesuai dengan kebutuhan mesin. Hal tersebut dilakukan bersama-sama oleh pompa, regulator dan injektor yang bekerja secara modul. Karena pompa menyatu dengan injektor dan berada dekat katup, kerja pompa lebih ringan. Konsumsi listriknya lebih rendah. Tambahan dari sistem Mikuni adalah kapasitor yang digunakan sebagai driver.
Dengan cara di atas, sistem jadi lebih ringkas dan kompak. Harganya lebih murah karena tidak memerlukan slang bertekanan tinggi dan tentu saja tidak perlu lagi melakukan modifikasi pada tangki bensin untuk pompa.
Pengembangan yang dilakukan Honda pada PGM-FI adalah memperkecil ukuran komponen. Fitur baru Honda adalah kontrol starter dan PGM-FI dikemas dalam satu ECU 32 bits atau 3,5 lebih cepat dibandingkan dengan CPU 16 bits. Ukuran ECU ini mengecil sampai 21%. Hal yang sama juga dilakukan pada injektor dan pompa bensinnya. Kalau sudah begini, kendala injeksi dari segi harga dan adopsi tak ada lagi! Tinggal menghitung hari! (ZBJ)


Kompas, Senin, 11/8/2008 17:25 WIB

Senin, 02 Maret 2009

Post Pakai Helm Jangan Asal!!!







Quote:
Hari Senin pas mo berangkat kerja, semangat make helm baru. Pas di tengah perjalanan mo ke kantor, kira2 di Tanah Abang, koq kepala tambah lama sakit banget. Tadinya gw pikir karena helmnya lg mo penyesuaian ma kepala. Pas pulang mo ke kampus lagi-lagi kepala rasanya sakit banget, lebih-lebih pas macet di Kalibata mo ke arah Pasar Minggu, ampun deh rasanya ¦ (Harriansyah, Mahasiswa-Karyawan)


Banyak di antara kita yang merasa bahwa jika telah menggunakan helm, maka aman sudah. Padahal sebenarnya tidak demikian. Helm adalah soal teknologi sehingga model, material, hingga dimensi dan beratnya pun bisa memberi pengaruh. Baik pada aspek keamanan, kenyamanan, bahkan prestasi.

Mari kita tinggalkan soal prestasi, karena itu membutuhkan pembahasan panjang yang kurang relevan di sini. Cukup kita ketahui bahwa helm rata-rata pembalap didesain sedemikian rupa agar memiliki alur yang sesuai dengan aerodinamika. Gunanya agar mendukung kecepatan balapan pada MotoGP, memperbaiki aliran udara ke intake pada Formula 1, atau membuat pengendara bisa menyusun strategi dengan baik penuh panel penunjang balapan. Juga cukup kita ketahui bahwa helm mereka sangat ringan sehingga tidak melelahkan dipakai selama waktu balapan yang panjang dan anti benturan sehingga aman saat terjadi kecelakaan.

Pilih yang Aman dan Nyaman

Helm yang baik adalah helm yang aman dan nyaman. Helm yang aman akan memberi perlindungan maksimal. Biasanya helm semacam ini lulus persyaratan DOT (Departement of Transportation) alias standar transportasi Amerika Serikat. Ada juga standar-standar lain seperti untuk Eropa, Jepang, bahkan Indonesia sendiri. Apapun itu, helm yang aman adalah helm yang terbuat dari lapisan cangkang luar yang membungkus seluruh kepala dan menyisakan cukup ruang untuk melihat ke depan. Kita sering menyebutnya helm full face atau cakil. Juga cangkangnya harus lumayan tebal dan anti benturan. Memang sedikit lebih berat, namun untuk helm-helm yang sedikit agak mahal, seperti Arai, Shoe, dan Nolan, produsen menghadirkan kekuatan lebih dengan material yang justru lebih ringan.

Namun demikian, sebagus apapun helm anda, jika ia tidak benar-benar pas pada kepala justru berbahaya. “Helm yang longgar tidak ada gunanya?, demikian slogan-slogan kampanye penggunaan helm di Barat. Baik helm yang digunakan dalam olah raga maupun berkendara akan kehilangan manfaat perlindungannya bila terlepas saat kecelakaan. Semahal apapun harganya dan sebagus apapun modelnya.

Juga jangan menggunakan helm yang kesempitan. Contohnya yang terjadi pada bung Harry di atas, yang sehari-hari wira-wiri menggunakan motor dengan helm kesayangannya. Gara-gara helm kekecilan, ia hampir saja celaka. Bung Harry ini merasakan gejala sakit luar biasa, sampai keluar air mata. Padahal saat itu ia bermaksud mengetes adrenalin dengan flat out di atas motor dan helm barunya.

Helm sempit memang bisa membahayakan. Aliran udara maupun aliran darah dalam kepala terganggu. Misalkan anda menggunakan balaclava atau kaos kepala untuk menyerap keringat sehingga helm yang tadinya cukup ,ngepas, malah jadi ngepres .Atau memang helm anda kekecilan. Ini bisa menyebabkan sesak napas atau tekanan yang menghambat aliran darah di kepala. Keduanya menyebabkan rasa pusing, sakit kepala, hingga black out alias pingsan saat berkendara. Bahayakan?

Helm yang aman mestinya berbanding lurus dengan tingkat kenyamanannya, meskipun hampir-hampir tak ada helm yang benar-benar nyaman. Helm yang nyaman haruslah cukup ringan sehingga dalam perjalanan jauh (turing), medan melelahkan (macet dan jalan buruk), atau mungkin motor sedang mogok, tidak menganggu secara berlebihan.

Helm ini harus pula memungkinkan anda melihat dengan jelas, baik kala siang-malam atau terik-hujan. Beberapa helm dengan kaca mika yang bagus didesain untuk anti embun/anti berkabut. Ada juga yang apabila siang cukup bisa menahan cahaya panas karena ada lapisan filmnya, namun jika malam cukup terang. Yang jelas, hindari menggunakan kaca helm gelap saat malam dan sebaliknya kala siang. Miliki saja dua kaca mika yang selalu bisa anda gonta-ganti sesuai kebutuhan. Jika tidak mau repot, miliki dua jenis helm.

Hindari penggunaan jenis mika yang kurang bening yang mengurangi jarak pandang, terutama saat malam. Mika helm yang sudah penuh goresan, sebaiknya diganti saja. Silahkan pilih yang berkulitas bagus yang ditandai oleh kebeningan dan tidak berefek cembung/cekung. Jenis helm yang mikanya cenderung memberi efek cekung atau cembung bisa membuat anda yang matanya masih normal merasa pusing. Beberapa mika helm yang gagap produksi atau imitasi bisa mengalami efek cacat seperti ini.

Helm Saja Tidak Cukup

Jika anda menggunakan helm, jangan lupa pendukung lainnya. Alat penunjang helm yang utama adalah spion. Tidak cukup dengan helm saja. Sebab menggunakan helm fullface (cakil), anda biasanya akan kesulitan menoleh ke belakang, baik saat ingin mengawasi kendaraan dari belakang, maupun saat hendak berbelok atau ada kepentingan lain. Helm hanyalah pencegahan dari impak kecelakaan yang parah. Tetapi jika kecelakaan bisa dihindari, justru itu yang lebih penting. Jadi silahkan menggunakan spion yang baik dan aman sesuai standar.

Memiliki helm yang bagus juga berarti anda harus menjaganya. Sebab jika tidak, akan gampang dicuri orang. Helm bagus dan mahal memang enak dilirik, asal jangan sampai berpindah tangan saja. Jangan seperti kejadian-kejadian berikut ini. Gila juga ya?

* Sindikat pencurian helm
* Kecolongan helm mahal lagi
* Helm 40 rebu pun dicolong!
* Kecolongan helm di kantor polisi!
* Helm sang Dewo ikutan ilang

Kehilangan helm bisa membuat jengkel dan merugikan. Namun yang paling berbahaya, jika tanpa sadar anda mengulur-ngulur waktu mencari gantinya. Sebab bukan tidak mungkin, dalam seminggu dua minggu anda menunda-nunda itu, justru kecelakaan datang dan banyak hal yang mesti direlakan seperti yang pernah saya alami. Sebagai mahasiswa yang pas-pasan, membeli helm fullface adalah kemewahan. Ketika kecolongan helm, saya harus menunggu tabungan terkumpul. Malang, kecelakaan menimpa lebih dulu. Separuh wajah saya menyentuh aspal dan gigi berpatahan. Sayang sekali, bukan?

Jadi, apapun motornya, kudu pake helm bener biar aman dan ga kena tilang!

sumber :http://kafemotor.wordpress.com/2007/04/20/pake-helm-jangan-asal/

Standar KONVOI

Setiap acara berkendara bersama diwajibkan adanya petugas sebagai berikut :
1. Road Captain
2. Safety Officer
3. Vorijder
4. Sweeper
5. Technical Officer
6. Medical Officer
Dimana tugas dan tanggung jawabnya akan diuraikan sebagai berikut :
1. ROAD CAPTAIN (RC)
a. Adalah orang yang bertanggung jawab terhadap kelancaran perjalanan Turing pulang-pergi.
b. Memimpin briefing dan doa selama kegiatan touring berlangsung.
c. Menentukan rute perjalanan yang akan dilalui berikut rute Pulang-Pergi.
d. Menentukan rest point dan pom bensin.
e. Mengambil keputusan pada saat terjadinya keadaan darurat dengan melakukan koordinasi dengan petugas-petugas touring yang lain.
f. Posisi RC bisa merangkap sebagai petugas yang lain atau hanya sebagai peserta saja tergantung kebutuhan saat turing berjalan.
2. SAFETY OFFICER (SO)
a. Bertugas untuk memastikan jalur yang akan dilalui oleh peserta berkendara berkelompok adalah jalur yang aman dan layak untuk dilalui.
b. Selalu bekerja sama dengan VO dalam hal mengatur kecepatan kelompok dengan pertimbangan keselamatan bersama.
c. Wajib memahami arah rute perjalanan dan kondisi ruas jalan yang akan dilalui sehingga bisa memprediksi kecepatan.
d. Posisi SO berada paling depan dari rombongan dan diperkenankan melepaskan diri jauh ke depan guna mengantisipasi keadaan
3. VORIJDER (VO)
a. Tugas utamanya adalah memimpin perjalanan rombongan dengan mengatur ritme kecepatan seluruh peserta selama perjalanan dengan dasar masukan dari SO, SW dan RC.
b. Memberikan tanda-tanda (Hand & Foot sign) guna keselamatan rombongan dan wajib disampaikan secara berantai oleh seluruh peserta di belakangnya.
c. Berinisiatif dalam mengambil jalan yang aman bagi seluruh peserta berkendara berkelompok dengan berbagai konsekwensi yang dapat dipertanggungjawabkan.
d. Mengenali rute yang akan dilalui, termasuk memahami tempat-tempat sebagai restpoint dan pom bensin terdekat.
4. SWEEPER (SW)
a. Sweeper terbagi menjadi 2 yaitu Sweeper Tengah (Mid Sweeper) dan Sweeper Belakang (End Sweeper).
b. Tugas utama Sweeper adalah memastikan seluruh peserta tetap pada posisinya masing-masing pada saat Touring berlangsung.
c. Sesuai dengan namanya, posisi dari sweeper tengah berada ditengah-tengah rombongan dan diperkenankan untuk maju sampai batas posisi VO untuk berkoordinasi jika ada peserta yang trouble.
d. Posisi Sweeper belakang adalah sebagai penutup rombongan, otomatis posisinya adalah paling belakang.
e. Sweeper belakang diperkenankan untuk maju sampai batas Sweeper Tengah untuk berkoordinasi menyampaikan pesan jika ada peserta yang trouble kemudian disampaikan oleh sweeper tengah kepada VO, atau langsung Sweeper Belakang sendiri yang berkoordinasi dengan VO.
f. Menyampaikan kondisi seluruh peserta berkendara berkelompok kepada VO dalam hal mengatur ritme kecepatan perjalanan.
g. Menemani peserta yang mengalami trouble sambil menunggu kedatangan TO atau MO untuk mengatasi masalah yang ada.
h. Mengatur posisi peserta dalam perjalanan guna memberikan jalan bagi kendaraan yang akan mendahului rombongan.
5. TECHNICAL OFFICER (TO)
a. Mengetahui teknik dasar perbaikan kendaraan guna mengantisipasi adanya trouble dari segi teknis pada kendaraan bermotor peserta Touring.
b. Mempersiapkan alat-alat / tool kit standard yang dibutuhkan pada saat trouble.
c. Mempersiapkan sparepart fast moving cadangan guna mengantisipasi adanya kerusakan kendaraan peserta dan mengakibatkan harus di gantinya sparepart tersebut.
d. Berkoordinasi dengan memberi masukan secara teknis kepada seluruh petugas guna mengatur ritme kecepatan rombongan jika ada peserta yang trouble secara teknis.
e. Memberikan solusi terbaik dalam hal menangani trouble jika tidak dapat ditangani sendiri maupun seluruh peserta touring dengan merujuk pada bengkel yang terdekat.
6. MEDICAL OFFICER (MO)
a. Memahami dasar-dasar Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dalam menangani insiden kecelakaan terhadap peserta berkendala kelompok.
b. Mempersiapkan obat-obatan standard guna mengantisipasi adanya musibah kecelakaan yang terjadi pada peserta touring.
c. Berinisiatif untuk mengambil tindakan medis lebih lajut bila terjadi resiko yang cukup fatal sehingga tidak dapat ditanggulangi sendiri dengan merujuk kepada Rumah Sakit atau klinik terdekat.
d. Berkoordinasi dengan seluruh petugas dalam hal kondisi medis peserta touring yang berkaitan dengan ritme kecepatan dalam berkonvoi.
POSISI PERJALANAN TURING
1. Pemberangkatan klotur (=kelompok touring) dimulai oleh SO diikuti oleh VO dan rombongan sementara SW berada pada sisi kanan atau barisan paling belakang barisan untuk melakukan monitoring bahwa rombongan telah lepas dan melaju dengan baik. Posisi TO dan MO berada di dalam barisan klotur.
2. Pergerakan touring tidak merubah posisi awal saat pemberangkatan dengan detil :
a. Peserta touring yang menyertakan boncengers (=istri/pacar/anak/jablay) berada dalam posisi terdepan barisan persis di belakang SO dan VO.
b. Peserta touring wanita (=jika ada) berada di dalam rombongan terdepan dibelakang peserta pada poin.a.
c. Peserta yang mewakili trouble (=mesin/aksesoris/ban,insiden dll) diharap langsung menepi dengan memberikan hand code pada peserta terdekat agar di koordinasikan dengan SW dan MO.
d. Peserta yang keluar (=poin.c) dari rombongan akan di cover oleh peserta dibelakangnya agar tidak memutus barisan.
3. Jika memiliki waktu break pada check point yang telah tersedia, atur barisan parkir seperti saat dalam rombongan agar tidak “merombak” kerapian saat perjalanan touring.
4. Kenali partner di depan dan di belakang bikers agar susunan tidak gampang terpecah.5. Speed / kecepatan :
a. Perputaran kecepatan 40 – 60 km/jam dalam kota dengan kondisi 40 – 60 m di depan jalanan memiliki space yang leluasa untuk melakukan akselerasi pada kecepatan tersebut.
b. Naik-turunnya kecepatan akan diatur oleh VO berdasarkan opini SO yang telah melihat aman-tidaknya jalur dalam beberapa puluh meter ke depan.
c. Perputaran kecepatan diatas 60 km/jam harus melalui batas toleransi aman atas pertimbangan SO dan bukan atas inisiatif pribadi dalam melakukan akselerasi.
6. Sampai di tujuan :
a. Pergerakan dinamis saat memasuki area parkir di tempat tujuan.
b. Pengaturan kendaraan secara rapi sesuai lahan parkir yang tersedia.
HAL-HAL PENTING YANG HARUS DIPATUHI OLEH PETUGAS DAN PESERTA TOURING
• PERSYARATAN KENDARAAN dan PESERTA Wajib tune up, sebelum melakukan perjalanan. Bagi kendaraan rekan-rekan yang mengalamai trouble karena kesalahan sepele (tidak tune up, lupa ganti oli, tidak mengecek standar kelistrikan, dll) di dalam kota, sampai lingkup perbatasan kota akan didiskualifikasi oleh Panitia. Bagi Peserta yang mengalami trouble di tengah perjalanan, tim Mekanik, SO dan SW akan menemani peserta hingga dapat meneruskan perjalanan. Jika tersedia mobil storing, kendaraan yang bermasalah akan naik ke mobil tersebut.
• PERLENGKAPAN KENDARAAN HARUS LENGKAP DAN BERFUNGSI DENGAN BAIK Kaca spion harus ada dan dapat berfungsi, lampu-lampu standar kendaraan harus berfungsi dengan baik (head lamp, brake lamp, sign lamp, dan untuk yang memakai lampu rem/lampu asesoris tambahan yang dapat mengganggu konsentrasi peserta lainnya harap dilepas), rem depan dan belakang berfungsi dengan baik, ban layak pakai, minimal ketebalan kembang ban 3 mm.
• PESERTA WAJIB MEMAKAI PERLENGKAPAN TOURING STANDAR Jaket, sarung tangan, helm full face (minimal half face, dilarang memakai cetok), rompi (jika ada), jas hujan (wajib bawa, dilarang keras model ponco), obat-obatan dan perlengkapan pribadi.
• STNK, KTP dan SIM wajib dibawa . Bagi rekan-rekan yang tidak memiliki kelengkapan surat-surat tersebut, PANITIA tidak bertanggung jawab atas segala hal yang berhubungan dengan peserta, menyangkut kelengkapan surat-surat berkendara.
• SCREENING Petugas (RC dan SO) akan melakukan screening terhadap kendaraan dan kelengkapan peserta. Bagi peserta yang dinilai tidak lengkap dan tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan, berhak didiskualifikasi oleh petugas. Semua anggota WAJIB datang 1 (satu) JAM sebelum keberangkatan.
• TEKNIS PERJALANAN Dilarang keras membunyikan (memakai) sirine dan klakson secara berlebihan. Hal ini untuk menghindari provokasi dan pendapat miring dari masyarakat. Peserta dilarang ikut campur mengatur, menanggapi permasalahan selama touring tanpa permintaan dari petugas. Seluruh keputusan dan teknis perjalanan akan dilaksanakan oleh petugas (Vorijder/Road Captain/Safety Officer/Sweeper).
• PARKIR Mohon untuk parkir dengan rapi, tidak mengganggu pengguna jalan lainnya dan di tempat yang aman. SO dan SW wajib mengatur parkir dengan aman.
BEKAL TURING
Untuk setiap perjalanan touring, diharapkan agar teman-teman sekalian membawa sparepart cadangan masing2 yang terdiri dari:
1. ban dalam,
2. bohlam dpn,
3. busi, sikring,
4. kabel rem/kopling
5. dan tools standar motor
Cheking List kesiapan motor :
1. aki (level air aki pada aki basah - bila pakai)
2. gir set (haus/kendor)
3. stelan kopling
4. lampu-lampu (termasuk warna mika) dan sikring
5. lakher / bearing dan bosh (arm & roda)
6. kampas rem dan minyak rem pada master cakram
7. pengapian
8. stelan mesin & karbu
9. oli mesin
10. kondisi ban dan peleg.
11. Spakboard belakang.
12. Kaca spionPastikan semua ceking list diatas dalam keadaan siap pakai Touring!!
Untuk point 7, 8 dan 9 disarankan untuk Tune Up dulu!!
Cheking List kelengkapan pengendara:
1. Helm (bukan helm cetok)
2. Jaket + rompi tambahan
3. Sarung tangan
4. Jas Hujan (Bukan Ponco)
5. Kaus kaki dan sepatu
6. Refresment (permen, minum, krating daeng etc.)
7. Obat-obatan pribadi
8. Senter
9. Pakaian ganti
10. SIM & STNK yang masih berlaku
Pelarangan terhadap penggunaan :
1. Sirine serta klakson secara berlebihan
2. Lampu rotator dan lampu isyarat lainnya seperti yang diatur dalam Undang-undang Lalu lintas yang berlaku
3. Tindakan arogansi serta kekerasan terhadap pengguna jalan lain.

Hand code (kode tangan)
- gunakan hanya tangan kiri
- ancungan jempol = konfirmasi tanda siap berangkat tanda ; salam brotherhood
- satu jari = bentuk barisan konvoi menjadi satu kolom
- dua jari = bentuk barisan konvoi menjadi dua kolom
- lima jari = konvoi bubar untuk kembali bergabung setelah melewati rintangan (macet)
- jari mengepal = siap-siap berhenti (hanya untuk stop point)
- menunjuk arah = siap-siap berbelok ke arah yang ditunjuk
Foot kode (kode kaki)
- turunkan kaki kiri = menunjukan adanya lobang disebelah kiri
- turunkan kaki kanan = menunjukan adanya lobang disebelah kanan
- turunkan kedua kali = menunjukan jalanan rusak, bergelombang, marka melintang, rel kereta api
Horn code (kode klakson)
- bunyi panjang = konfirmasi siap berangkat (hanya sweeper); tanda klotur putus (hanya sweeper); tanda konvoi sudah kembali komplit setelah terputus (hanya sweeper)
- bunyi berulang sering = permintaan emergency stop- bunyi pendek dua kali = salam brotherhood
Dari beberapa milis
http://freakbiker.blogspot.com

Minggu, 01 Maret 2009

Catatan keberangkatan touring to bandung



Rombongan biker berangkat dari cikarang dengan 8 motor. Sebelum berangkat kita mengadakan briefing singkat dan berdoa. Rute keberangkatan dimulai dari cikarang - karwang - purwakarta - cikalong- padalarang- ngamprah - cisarua - cimahi.
Kita berangkat dari cikarang sesuai dengan schedule yaitu jam 19.00 WIB.

Perjalan yang cukup melelahkan membuat bikers NBC memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu di daerah Cikalong. Walaupun hari menjelang tengah malam tapi Bro Robo masih asik menikmati "Ponari Sweat", eit di cikalong khan gak ada ponari sweat jadinya bro Robo memesan es fanta biru.


Jam 11.30 malam kita sampai di daerah cimahi dan sempet beristirahat dulu untuk menguras isi ATM. Karena perjalannya cukup jauh dan kita semua merasa lapar maka walaupun jam sudah menunjukan jam 00.30 , bro Joni rela mencari makanan untuk para peserta touring.

Next episode : Air Terjun Cimahi

Kamis, 26 Februari 2009

7 Peti Mati (7 Deadly Bins)

Artikel berikut adalah 7 skenario tabrakan yg didasari dari kecelakaan yg sebenarnya dimana si pengendara2 motor ybs tewas. Mereka tak sempat menerangkan apa yg salah, jadi dibuatlah skenario ini, menghindari maut dan tetap selamat dgn mempelajari kesalahan mereka.

1. Perpotongan Jalur Berbahaya (Junction Jeopardy)

Pembunuh nomor satu, tabrakan di perpotongan jalur selalu sama dan berakibat serius, dapat terjadi pada siapa saja yg biasanya pengendara lain yg terlibat mengklaim bahwa mereka tak melihat ada motor datang, meskipun begitu pengendara motor bisa menghindari dgn defensive riding dan tetap awas.

Apa yg salah :
Pengendara motor berjalan di belakang sebuah mobil, ketika mobil tsb belok kiri, motor melaju bermanuver melewati mobil tsb di sisi kanan, ternyata dari arah kiri ada mobil lain yg melaju baik lurus maupun belok kanan/kiri.

Cara menghindar kesalahan :
- jangan pernah mendahului dari kanan dimana bisa jadi ada kendaraan masuk/belok di jalur anda tanpa peringatan, dahului dari kanan bila jelas2 perpotongan jalur tsb bersih dan aman tak ada kendaraan lain.
- masuki tiap perpotongan jalur dgn sebanyak mungkin penglihatan dan informasi, perhatikan posisi kendaraan dan lampu2 sen, tapi jangan menyimpulkan apa2. Nantikan yg tidak dinanti nanti.
- tanyakan pada diri sendiri "sudahkah saya terlihat?", pastikan anda di garis lihat pengendara mobil, kalau perlu terjadi kontak mata, bila ragu2 siapkan yg terburuk.

2. Tikungan yg Kacau (Cornering Chaos)

Jujur saja, tewas ditikungan adalah mati konyol, karena bisa dihindari dan tak ada alasan yg pantas utk itu. Tetap hidup, dlm kasus ini sangat sederhana, berkendaralah dgn keterbatasan anda. Status membuktikan bahwa pengendara motor tak berpengalaman atau yg sudah lama tak bawa motor adalah yg terbanyak mendapatkan kecelakaan ini, yg mengejutkan adalah terjadi meski jalan tidak basah.

Apa yg salah :
Pengendara motor memasuki tikungan terlalu cepat hingga gagal prediksi radius tikungan dan tak sempat melihat keadaan di ujung tikungan lalu berada di garis tikung yg tdk tepat hingga terlalu dekat dgn jalur arah lawan dan gagal menikung dgn benar hingga panik (ada yg menurunkan gas dan mengerem) hingga ketika keluar tikungan motor malah lari jauh ke arah lawan hingga bertabrakan dgn kendaraan dari depannya.

Cara menghindar kesalahan :
- rem dan atur posisi gigi segera, atur kecepatan hingga bisa merubah jalur menikung bila diperlukan, perhatikan keadaan tikungan bila ada tanda2 marka jalan kemana arah tikungan tsb.
- masuki garis tikungan dgn penglihatan terbaik utk melewatinya - bukan garis tikungan balapan, dgn menyisakan ruang antara anda dan kendaraan dari arah lawan.
- jika tiba2 tikungan menyempit (baik keadaan jalan maupun ada kendaraan lain), jangan panik, karena panik bisa membuat motor hilang kendali.

3. Mendahului yg Kebablasan (Overtaking Oblivion)

Tabrakan ketika mendahului adalah kasus paling banyak ke tiga dlm kecelakan motor, meskipun si pengendara motor biasa dan bisa mendahului kendaraan yg melaju lebih lambat.

Apa yg salah :
Pengendara motor melaju terlalu dekat pada kendaraan didepannya hingga banting setir kekanan dan berusaha mendahuluinya, ternyata didepan kendaraan tsb ada kendaraan lagi hingga si pengendara motor berusaha melewati keduanya, karena salah perhitungan dan salah atur jarak lalu keluar jalur masuki arah lawan dgn tak ada waktu dan jarak lagi utk pindah jalur hingga terjadilah tabrakan dgn kendaraan dari arah lawan.

Cara menghindar kesalahan :
- kunci mendahului adalah perencanaan yg matang, jangan gak sabaran, terburu2 atau agresif, posisikan diri anda dgn penglihatan terbaik kearah jalan didepan, pastikan posisi gigi yg pas utk menaikkan akselerasi.
- perhatikan jalan didepan dgn seksama, adakah hal2 yg berpotensi bahaya? jika ada sedikit saja keraguan di hati, jangan mendahului!, karena sebentaran saja anda dapat lagi kesempatan utk mendahului.
- lihat kaca spion dan area yg tak nampak di kaca spion lalu nyalakan lampu sen dan segera mendahului secepat dan semulus mungkin, ambil segera jalur semula dan jaga ruang antara anda dan kendaraan lain seluas mungkin.

4. Pemilahan yg Rusak (Filtering F**k-Up)

Bisa memilah melaju melewati kendaran2 di jalanan yg ramai adalah praktis maju yg terbesar dalam mengendarai motor sekaligus berbahaya.

Apa yg salah :
Pengendara motor melaju terlalu cepat di jalur 2 atau 3 dgn estimasi kecepatan 45kpj lebih cepat dari kendaran lain disekitarnya yg akan didahului, tiba2 salah satu kendaraan bermanuver pindah jalur tepat didepannya hingga si pengendara motor tak bisa menghindarinya dan terjadilah tabrakan.

Cara menghindar kesalahan :
- berkendaralah dgn kecepatan yg memungkinkan anda utk berhenti atau bermanuver dgn tepat, disarankan jangan lebih dari 15kpj dari kendaraan lain disekitar yg akan didahului.
- duduk tegak dan fokus terhadap jalan didepan, perhatikan tanda2 yg berpotensi bahaya, awas terhadap lampu2 sen kendaraan lain, perempatan2, pejalan kaki yg nyebrang dll, sisakan ruangan antara anda dan kendaraan lain.

5. Berkendara kelompok yg Berdukacita (Group Riding Grief)

Berkendara dgn teman2 bisa menyenangkan sekaligus dapat menimbulkan masalah. Berkendara kelompok tdk termasuk dlm catatan resmi kasus kecelakaan bermotor, tapi secara tetap tercatat sbg faktor penyumbang yg tidak bisa diabaikan. Porblem terbesar adalah si pengendara motor beresiko kecelakaan karena keinginan utk show off atau pamer kebisaanya bermotor didepan teman2nya. Berkendaralah dgn kenyamanan anda sendiri, jangan terpancing oleh ulah teman anda.

Apa yg salah :
4 motor atau lebih berkendara kelompok, dgn 3 motor di belakang sebuah kendaraan lain dan satu motor didepan kendaraan lain tsb sekalgus di belakang kendaraan lain, satu dari 3 motor dibelakang mencoba mendahului, tiba2 satu motor didepan tsb juga mendahului kendaraan didepannya tanpa memberi tanda dan tak melihat spion, motor yg dibelakangnya tak sempat menghindar hingga terjadi tabrakan.

Cara menghindar kesalahan :
- kecuali anda memiliki kepercayaan penuh terhdp teman2 kelompok berkendara di sekitar anda, tetaplah dalam formasi dan memberi ruang gerak yg banyak utk mereka, jangan coba2 menerka apa aksi dan manuver yg akan mereka lakukan.
- beri kejelasan terhadap teman2 kelompok berkendara di sekitar anda bila anda ingin bermanuver, menolehlah dan beri tanda2 yg jelas.
- ketika mendahului, pertimbangkan pula teman2 kelompok berkendara di sekitar yg dibelakang dgn memberi ruang gerak yg cukup. jika mengikuti motor lain, jangan dasari gerak mendahului anda dgn motor yg ada didepan.

6. Tragedi Putaran (Turn Tragedy)

Ada beberapa kecelakaan yg melibatkan kendaraan yg memutar di U-Turn dgn pengendara motor yg melaju dari arah lawan. Pengendara motor biasanya jarang disalahkan terhadap jenis kecelakaan ini, tapi tetaplah berhati-hati.

Prediksi dan bereaksi akan kecepatan dan keberadaan kendaraan lain di jalur lawan dari kemungkinan berputar tiba2, jangan percaya pada lampu sen yg diberikan karena bisa terjadi kesalahpahaman (seperti ketika berputar memberi sen kanan, tiba setelah dijalur lawan masuk ke kiri jalur).

Beri ruang gerak jika nampaknya kendaraan dari arah lawan akan berputar, jika mendahului di satu jalur yg padat merayap, kendaraan yg antri didepan biasanya bermanuver kekanan mencari celah jalan didepannya.

7. Tabrakan belakang (Rear-end Wreck)

Melaju kencang di belakang kendaraan lain sepertinya terdengar bodoh ya? bisa jadi, tapi mengejutkan, terhitung 10% kecelakan bermotor dalam 9 grup contoh kecelakaan fatal dan menurut status, pengendara motor biasanya banyak disalahkan dalam kecelakaan jenis ini daripada kecelakan jenis lain, juga menunjukan terjadi pada pengendara motor yg masih muda, laki laki dan mengendarai motor yg kecil.

Perhatikan jalan didepan, jangan terganggu dgn "pemandangan" yg ada disekitar, bereaksilah segera terhadap lampu rem yg menyala didepan atau tanda2 yg menyebabkan terjadinya kelambatan didepan.

Kenali rem motor anda, banyak pengendara motor tak menyadari potensi akan rem motor mereka, sering2 lah tes rem mendadak dan kuat rem motor anda di empat yg sepi dan beraspal bagus utk mengetahui seberapa cepat motor anda berhenti, jangan berhenti mencoba pada tes pertama, terus lah mencoba, usahakan berangsur angsur hingga didapatkan perhentian yg maksimal.

Kesalahan dalam Percobaan (Error on Trial)

Kecelakaan tidak begitu saja terjadi, ada sebabnya. Kesalahan manusia menjadi faktor utama. Berlawanan dari opini populer yg ada, tak semua
kecelakaan disebabkan oleh pengemudi mobil, pengendara motorpun berbuat kesalahan. Dari Error on Trial yg dilakukan didapat data sbb :

Mobil
- gagal melihat dgn semestinya 18%
- gagal memutuskan10%
- kecerobohan 9%
- manuver yg buruk 8%
- kehilangan kendali 8%

Motor
- kehilangan kendali 14%
- gagal melihat dgn semestinya 14%
- gagal memutuskan10%
- manuver yg buruk 10%
- kecerobohan 9%

-------------------------------------------------------------
artikel investigasi khusus ini disadur bebas dari kolom Feature "Stop Crashing" Superbike Magazine edisi April 2007 halaman 62, berjudul
"7 Deadly Bins and How to Avoid them", ditulis oleh Dave Bradford, foto oleh Graeme Brown & ilustrasi oleh Huw Williams.

Dikutip dari web site : www.mxrider.or.id