Tampilkan postingan dengan label touring. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label touring. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Desember 2012

Touring Akhir Tahun, Tour D'Jatiluhur




Menyambut akhir tahun, Natural Bikers Community akan mengadakan Tour Akhir Tahun dengan tema Tour D'Jatiluhur. Tema ini di pilih dengan berbagai pertimbangan, selain karena lokasi ini banyak menyuguhkan pemandangan alam yang luar biasa, juga secara jarak tidak terlalu jauh.
Buruan siapa saja boleh ikut dalam tour ini, jenis sepeda motor apapun boleh meramaikan, dengan syarat memiliki kelengkapan berkendara (SIM) dan surat menyurat motor yang lengkap. Juga pastikan motor dalam kondisi yang prima dan mengikuti aturan konvoi yang aman
Pendaftaran ke :
EKO YUNIANTO (IT) : 083873275503
BAGUS SETYO (GA) : 085692058860
SURYANA (FA) : 081381158156
ACHMAD GUNAWAN (UT) : 08568885553
MANG JONI (QA) : 083894722021

Sabtu, 17 November 2012

Pantai Jayanti, Cianjur Selatan

Kali ini saya akan ceritakan perjalanan saya yang paling baru, yaitu ke Pantai Jayanti, Cidaun, Cianjur Selatan. Sebelumnya sebenarnya sempat ragu untuk berangkat karena sorenya hujan sangat deras, kuatir jalan tidak aman karena rencana jalur yang akan saya lewati dibeberapa titik rawan longsor. Tapi setelah sampai jam sebelas malam langit cerah, maka saya pastikan tetap jalan.

Seperti  biasa saya berdua dengan teman, berangkat jam 2 pagi, hari Sabtu 17 November. Jalur yang saya rencanakan  berangkat lewat Bogor, terus ke Cipanas lewat jalan raya Puncak Cipnas, turun ke Cianjur kemudian ke arah Cipetir, Campaka, menuju Sukanagara terus ke arah Sirnagalih, berakhir di Cidaun.

Pantai Jayanti sendiri sebenarnya sebuah dermaga, tempat berlabuh nelayan. Terletak sekitar 140 km ke selatan dari kota Cianjur, masuk ke kecamatan Cidaun. Yang menarik dari pantai ini adalah kondisinya yang masih alami dan berdekatan dengan cagar alam Bojonglarang. Dan bagi saya, hal menarik lainnya disana kita bisa beli ikan dari nelayan, dan dengan membayar sekitar lima belas ribu rupiah untuk jasa bakarnya, kita sudah bisa menikmati ikan bakar yang gurih karena ikannya benar-benar masih baru dari laut.

Pantai Jayanti masih belum mengalami banyak pengembangan dari tahun 80-an, tidak seperti pantai lain di jawa barat, misalnya pantaai Pangandaran di Ciamis dan juga pantai Pelabuhan Ratu di Sukabumi. namun begitu, bagi anda yang menginginkan menginap, di sekitar pantai juga tersedia penginapan dengan tarif antara seratus sampai dua ratus ribu.

Jalan menuju Cidaun yang melalui kota Cianjur, relatif bagus walaupun terdapat beberapa titik yang rusak. Untuk saat ini karena musim hujan, hal yang harus di waspadai adalah beberapa ruas jalan yang rawan longsor.

Disarankan untuk memastikan kondisi kendaraan sebelum menuju ke Cidaun karena medan jalan yang penuh tanjakan dan kelokan hampir di sepanjang perjalanan.

Untuk pulangnya, saya mencoba jalur lain yaitu Cidaun arah Tegalbuleud, terus ke Surade lanjut Jampang terus ke Cibadak dan berlanjut ke Ciawi melalui kota Bogor dan kembali ke Base camp di Villa Nusa Indah.

Jalur ini sepanjang Cidaun - Tegalbuleud didominasi dengan kebun kelapa dan karet. Dan jalannya walau sudah aspal, tetapi tinggal bekasnya alias rusak sehingga perlu kesabaran karena kalau tidak bahaya tergelincir bisa menghampiri kita.

Untuk perjalan kemarin, berangkat di odometer menunjukkan angka 221 km dan pulangnya lebih panjang, 355 km jadi total perjalanan 576 km yang kami tempuh dalam waktu 19 jam.    

Senin, 21 Mei 2012

Tour Jatim 2

Rencana awal, kita menginap di rumah saya. Bagaimanapun juga perjalanan nonstop Jogja - Tulungagung sangat melelahkan. Tapi tiba-tiba karena ada keperluan mendadak temaan seperjalanan, kita merubah rencana menjadi pulang ke Jakarta hari itu juga.
Jam 6 sore kita sudah mulai packing. Semua barang sudah tertata rapi di motor. Hujan tidak juga reda, sampai tepat jam 7 malam, hari jumat kita memulai perjalanan pulang ke Jakarta.
Rencananya, kali ini dengan perjalanan malam, kita lewat jalur Pantura. Dari Tulungagung kita ke utara arah Kediri, kemudian ke Nganjuk.
Begitu keluar rumah saja kita sudah di hadang hujan yang sangat deras, sampai di Ngunut, sebuah kota kecamatan sebelum Tulungagung, jalanan tergenang cukup menyulitkan untuk motor pendek Mio. Namun karena kita sudah bertekad, perjalanan tetap kita lanjutkan.
Tulunggung - Kediri sudah lewat, dan tak terasa Nganjuk pun sudah kita lewati. Jam menunjukkan pukul 23.35 ketika tiba-tiba kita merasa sepi sekali.Bus dan truk pun hanya sesekali yang berpapasan atau kita dahului. Suasana begitu gelap karena habis hujan, dan jalanan basah juga membut kita mengurangi laju motor.
Dan tiba-tiba saya menyadari berada di tengah-tengah hutan, ya, kita sudah sampai hutan Saradan.Alas Saradan, begitulah orang biasa menyebutnya. Sebuah hutan yang dibelah jalan di perbatasan Nganjuk-Madiun. Saya sering denger kisah tragis yang terjadi di kawasan ini, mulai dari kecelakaan, perampokan bahkan pemerkosaan dan pembunuhan. Dahulu, kata banyak orang, melewati hutan ini secara sendiri apalagi di gelapnya malam tak ubahnya menyetorkan nyawa ke penjagalan. Makin merinding saja ketika cerita-cerita mengenai alas saradan ini berkecamuk di fikiranku.
Apalagi, siangnya waktu dirumah saya sempat nonton berita di tivi,terjadi kecelakaan yang sangat hebat di jalan ini, antara sebuah bus malam dengan sepeda motor. Kecelakaan yang mengakibatkan tewasnya pengendara motor karena tubuhnya hancur tercecer dan terpotong menjadi beberapa bagian. Duh, kenapa pas tengah malam begini sampai di hutan saradannya.
Tapi akhirnya kita lepas juga dari dalam hutan dan memasuki kota Ngawi. Karena tidak ada kendala, dan mata juga belum ngantuk, kita memutuskan tetap melanjutkan perjalanan. Motor kita bawa ke arah Sragen. Dan sekali lagi kita melewati hutan lagi, yaitu hutan Mantingan. Tapi entah kenapa rasanya tidak seperti waktu lewat hutan Saradan sebelumnya. Dan Sragen pun sudah kita lewati.
Rasanya kalau Sragen sudah lewat, Surakarta sudah dekat. Kita masuk Surakarta, atau Solo, sekitar jam 2 subuh. Walaupun masih subuh, kota Solo masih cukup "hidup" dengan lampu warna-warni yang menghiasi jalan sepanjang kota. Keluar dari kota Solo, memasuki Boyolali. Ada kejadian lucu, saat melintas di jalan kota Boyolali yang baru, ada Cewek juga naik motor, agak heran juga sih ada cewek sendirian subuh-subuh. Naluri laki-laki bicara, kita deketin tuh motor cewek, tapi pas sudah deket, ternyata wanita jadi-jadian alias waria alias wanita setengah pria, glek! Tancap gaaass!
Sampai di kota Salatiga mata sudah ga mampu melek lagi. Akhirnya kita berhenti di sebuah pompa bensin yang buka 24 jam, kita memejamkan mata sejenak. Setelah rasanya cukup, kita melanjutkan perjalanan menuju Semarang. Jam 04.30 kita sampai di Semarang.
Di Semarang kita istirahat lagi, dan mampir di Vihara Sam Poo Kong. Sambil melemaskan otot, kita sempet foto-foto. Sebenarnya sambil cari Sarapan, tapi mungkin karena masih terlalu pagi, belum ada orang jual makanan.
Setelah istirahat kita melanjutkan lagi perjalanan ke arah Pekalongan. Tapi saat melintas di Hutan Roban (Alas Roban di antara Gringsing dan Batang) rasa kantuk kembali menyerang dan kita istirahat untuk minum segelas kopi bareng dengan para supir truk yang juga istirahat.
Selanjutnya kita langsung tancap gas ke arah Cirebon, dan berhenti hanya untuk isi bensin si Mio. Dan sekitar jam 11.30 siang kita sudah memasuki kota Cirebon, dan makan empal gentong yang terkenal. Walaupun menurut saya sama saja dengan soto betawi ha..ha...
Dan setelah sekitar empat jam perjalanan dari cirebon, jam empat sore, hari Sabtu saya sampai di base camp, Villa Nusa Indah kembali dengan selamat.

Touring Ke Jawa Timur : Bagian 1

Minggu, 20 Mei 2012

Tour Jatim 1

Rabu, 16 Mei 2012, Jam 2 pagi saya sudah siap-siap di Yellowgate Vila Nusa indah 2, Jatiasih Bekasi. PZZO saya sudah siap dengan bawaan satu tas yang saya ikat di jok belakang. Disana sudah menunggu satu motor lagi, Yamaha Mio, yap, yamaha Mio yang akan menemani PZZO menuju tujuan yang di rencanakan yaitu ke Tulungagung, Jawa Timur. Akhirnya setelah memperbincangkan rute, kamipun berangkat mengawali touring D'Jatim. Karena masih pagi menjelang subuh, jalanan masih relatif sepi sehingga kita langsung melaju menyusuri jalur lama bekasi - kerawang. Dan ketika di kerawang barulah kita bertemu rombongan touring lainnya dari berbagai motor.
Sampai di Indramayu, si Mio ada masalah yaitu tiba-tiba kehilangan tenaga. Dan setelah mampir di bengkel pinggir jalan, ternyata selang angin dari Silinder head yang menuju ke Filter udara putus, dan akhirnya diakalin oleh bengkel sampai motor kembali normal lagi untuk melanjutkan perjalanan.
Jam 10 pagi kita sampai di Ketanggungan dan menyempatkan diri untuk sarapan pagi, Soto ayam dengan sambal yang cukup pedas, cukup untuk membuat mata melek untuk melanjutkan perjalanan ke arah Jogja. Jalan Ketanggungan - Mergasari ini penuh dengan lobang-lobang menganga sehingga bisa membahayakan pemotor seperti saya.
Tapi dengan semangat kita tetap waspada melewati Tonjong kemudian Bumiayu lanjut Paguyangan dan sampai ke Wangon akhirnya kita putuskan untuk istirahat lagi, sambil tiduran sebentar. Kemudian perjalanan kita lanjutkan untuk menyusuri rute Wangon - Sumpiuh - Kebumen. Jalan relatif lancar dan tidak ada hambatan apapun sehingga sampai di daerah Temon - Panjatan turun hujan yang memaksa saya untuk bongkar Tas untuk ambil jas hujan.
Dan setelah berjalan lebih dari 16 jam akhirnya selepas maghrib kita memasuki daerah Kulonprogo, dan kita makan malam di daerah Klepu, Kulonprogo. Dan saat makan malam itu kita putuskan untuk bermalam di Jogja, dan sepakat akan naik ke Kaliurang, cari penginapan murah. Dan sekitar jam 8 malam akhirnya kita dapat penginapan murah di Kaliurang, 50 K saja, satu kamar untuk berdua.
Pagi jam 4 bersamaan orang siap-siap sholat subuh, kita berangkat lagi turun dari Kaliurang menuju arah Pracimantoro, dengan melalui jalur Piyungan - Playen - Semanu - Ponjong. Jam 7 pagi sampai kita di pasar Pracimantoro dan sarapan Sate kambing yang lezat, cukup untuk menghangatkan perut.
Perjalanan di lanjut menuju arah Baturetno melalui Giri belah- Giri Tontro - Giriwoyo. Dan saat melintas di Giriwoyo, kami melihat di sebelah kanan jalan ada tulisan Goa Maria Ratu Kenya, dan akhirnya kita sepakat untuk mampir sekedar untuk Sembahyang.
Setelah sekitar setengah jam, kita lanjutkan perjalanan menuju ke Ponorogo. Dan jalanan menuju ponorogo ini sangat bisa di nikmati karena jalanan halus serta kelak-kelok dengan sudut yang pas sehingga kita enak aja untuk menarik kabel gas menyusuri jalanan tersebut. Setelah Ponorogo kemudian masuk daerah Trenggalek, kemudian turun ke Tulungagung, kota saya. Tapi dari kota Tulungagung masih 30 KM untuk sampai ke rumah, sehingga kita (saya terutama) dengan semangat memacu PZZO untuk segera samapai ke rumah. Dan tepat jam 12 siang, hari Jumat kita sampai dengan selamat di rumah saya, di desa Sumberagung, Kec. Rejotangan, Kab. Tulungagung Jawa Timur. Dan Odometer menunjuk angka 943KM.

Touring Ke Jawa Timur : Bagian 2

Senin, 02 Maret 2009

Standar KONVOI

Setiap acara berkendara bersama diwajibkan adanya petugas sebagai berikut :
1. Road Captain
2. Safety Officer
3. Vorijder
4. Sweeper
5. Technical Officer
6. Medical Officer
Dimana tugas dan tanggung jawabnya akan diuraikan sebagai berikut :
1. ROAD CAPTAIN (RC)
a. Adalah orang yang bertanggung jawab terhadap kelancaran perjalanan Turing pulang-pergi.
b. Memimpin briefing dan doa selama kegiatan touring berlangsung.
c. Menentukan rute perjalanan yang akan dilalui berikut rute Pulang-Pergi.
d. Menentukan rest point dan pom bensin.
e. Mengambil keputusan pada saat terjadinya keadaan darurat dengan melakukan koordinasi dengan petugas-petugas touring yang lain.
f. Posisi RC bisa merangkap sebagai petugas yang lain atau hanya sebagai peserta saja tergantung kebutuhan saat turing berjalan.
2. SAFETY OFFICER (SO)
a. Bertugas untuk memastikan jalur yang akan dilalui oleh peserta berkendara berkelompok adalah jalur yang aman dan layak untuk dilalui.
b. Selalu bekerja sama dengan VO dalam hal mengatur kecepatan kelompok dengan pertimbangan keselamatan bersama.
c. Wajib memahami arah rute perjalanan dan kondisi ruas jalan yang akan dilalui sehingga bisa memprediksi kecepatan.
d. Posisi SO berada paling depan dari rombongan dan diperkenankan melepaskan diri jauh ke depan guna mengantisipasi keadaan
3. VORIJDER (VO)
a. Tugas utamanya adalah memimpin perjalanan rombongan dengan mengatur ritme kecepatan seluruh peserta selama perjalanan dengan dasar masukan dari SO, SW dan RC.
b. Memberikan tanda-tanda (Hand & Foot sign) guna keselamatan rombongan dan wajib disampaikan secara berantai oleh seluruh peserta di belakangnya.
c. Berinisiatif dalam mengambil jalan yang aman bagi seluruh peserta berkendara berkelompok dengan berbagai konsekwensi yang dapat dipertanggungjawabkan.
d. Mengenali rute yang akan dilalui, termasuk memahami tempat-tempat sebagai restpoint dan pom bensin terdekat.
4. SWEEPER (SW)
a. Sweeper terbagi menjadi 2 yaitu Sweeper Tengah (Mid Sweeper) dan Sweeper Belakang (End Sweeper).
b. Tugas utama Sweeper adalah memastikan seluruh peserta tetap pada posisinya masing-masing pada saat Touring berlangsung.
c. Sesuai dengan namanya, posisi dari sweeper tengah berada ditengah-tengah rombongan dan diperkenankan untuk maju sampai batas posisi VO untuk berkoordinasi jika ada peserta yang trouble.
d. Posisi Sweeper belakang adalah sebagai penutup rombongan, otomatis posisinya adalah paling belakang.
e. Sweeper belakang diperkenankan untuk maju sampai batas Sweeper Tengah untuk berkoordinasi menyampaikan pesan jika ada peserta yang trouble kemudian disampaikan oleh sweeper tengah kepada VO, atau langsung Sweeper Belakang sendiri yang berkoordinasi dengan VO.
f. Menyampaikan kondisi seluruh peserta berkendara berkelompok kepada VO dalam hal mengatur ritme kecepatan perjalanan.
g. Menemani peserta yang mengalami trouble sambil menunggu kedatangan TO atau MO untuk mengatasi masalah yang ada.
h. Mengatur posisi peserta dalam perjalanan guna memberikan jalan bagi kendaraan yang akan mendahului rombongan.
5. TECHNICAL OFFICER (TO)
a. Mengetahui teknik dasar perbaikan kendaraan guna mengantisipasi adanya trouble dari segi teknis pada kendaraan bermotor peserta Touring.
b. Mempersiapkan alat-alat / tool kit standard yang dibutuhkan pada saat trouble.
c. Mempersiapkan sparepart fast moving cadangan guna mengantisipasi adanya kerusakan kendaraan peserta dan mengakibatkan harus di gantinya sparepart tersebut.
d. Berkoordinasi dengan memberi masukan secara teknis kepada seluruh petugas guna mengatur ritme kecepatan rombongan jika ada peserta yang trouble secara teknis.
e. Memberikan solusi terbaik dalam hal menangani trouble jika tidak dapat ditangani sendiri maupun seluruh peserta touring dengan merujuk pada bengkel yang terdekat.
6. MEDICAL OFFICER (MO)
a. Memahami dasar-dasar Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dalam menangani insiden kecelakaan terhadap peserta berkendala kelompok.
b. Mempersiapkan obat-obatan standard guna mengantisipasi adanya musibah kecelakaan yang terjadi pada peserta touring.
c. Berinisiatif untuk mengambil tindakan medis lebih lajut bila terjadi resiko yang cukup fatal sehingga tidak dapat ditanggulangi sendiri dengan merujuk kepada Rumah Sakit atau klinik terdekat.
d. Berkoordinasi dengan seluruh petugas dalam hal kondisi medis peserta touring yang berkaitan dengan ritme kecepatan dalam berkonvoi.
POSISI PERJALANAN TURING
1. Pemberangkatan klotur (=kelompok touring) dimulai oleh SO diikuti oleh VO dan rombongan sementara SW berada pada sisi kanan atau barisan paling belakang barisan untuk melakukan monitoring bahwa rombongan telah lepas dan melaju dengan baik. Posisi TO dan MO berada di dalam barisan klotur.
2. Pergerakan touring tidak merubah posisi awal saat pemberangkatan dengan detil :
a. Peserta touring yang menyertakan boncengers (=istri/pacar/anak/jablay) berada dalam posisi terdepan barisan persis di belakang SO dan VO.
b. Peserta touring wanita (=jika ada) berada di dalam rombongan terdepan dibelakang peserta pada poin.a.
c. Peserta yang mewakili trouble (=mesin/aksesoris/ban,insiden dll) diharap langsung menepi dengan memberikan hand code pada peserta terdekat agar di koordinasikan dengan SW dan MO.
d. Peserta yang keluar (=poin.c) dari rombongan akan di cover oleh peserta dibelakangnya agar tidak memutus barisan.
3. Jika memiliki waktu break pada check point yang telah tersedia, atur barisan parkir seperti saat dalam rombongan agar tidak “merombak” kerapian saat perjalanan touring.
4. Kenali partner di depan dan di belakang bikers agar susunan tidak gampang terpecah.5. Speed / kecepatan :
a. Perputaran kecepatan 40 – 60 km/jam dalam kota dengan kondisi 40 – 60 m di depan jalanan memiliki space yang leluasa untuk melakukan akselerasi pada kecepatan tersebut.
b. Naik-turunnya kecepatan akan diatur oleh VO berdasarkan opini SO yang telah melihat aman-tidaknya jalur dalam beberapa puluh meter ke depan.
c. Perputaran kecepatan diatas 60 km/jam harus melalui batas toleransi aman atas pertimbangan SO dan bukan atas inisiatif pribadi dalam melakukan akselerasi.
6. Sampai di tujuan :
a. Pergerakan dinamis saat memasuki area parkir di tempat tujuan.
b. Pengaturan kendaraan secara rapi sesuai lahan parkir yang tersedia.
HAL-HAL PENTING YANG HARUS DIPATUHI OLEH PETUGAS DAN PESERTA TOURING
• PERSYARATAN KENDARAAN dan PESERTA Wajib tune up, sebelum melakukan perjalanan. Bagi kendaraan rekan-rekan yang mengalamai trouble karena kesalahan sepele (tidak tune up, lupa ganti oli, tidak mengecek standar kelistrikan, dll) di dalam kota, sampai lingkup perbatasan kota akan didiskualifikasi oleh Panitia. Bagi Peserta yang mengalami trouble di tengah perjalanan, tim Mekanik, SO dan SW akan menemani peserta hingga dapat meneruskan perjalanan. Jika tersedia mobil storing, kendaraan yang bermasalah akan naik ke mobil tersebut.
• PERLENGKAPAN KENDARAAN HARUS LENGKAP DAN BERFUNGSI DENGAN BAIK Kaca spion harus ada dan dapat berfungsi, lampu-lampu standar kendaraan harus berfungsi dengan baik (head lamp, brake lamp, sign lamp, dan untuk yang memakai lampu rem/lampu asesoris tambahan yang dapat mengganggu konsentrasi peserta lainnya harap dilepas), rem depan dan belakang berfungsi dengan baik, ban layak pakai, minimal ketebalan kembang ban 3 mm.
• PESERTA WAJIB MEMAKAI PERLENGKAPAN TOURING STANDAR Jaket, sarung tangan, helm full face (minimal half face, dilarang memakai cetok), rompi (jika ada), jas hujan (wajib bawa, dilarang keras model ponco), obat-obatan dan perlengkapan pribadi.
• STNK, KTP dan SIM wajib dibawa . Bagi rekan-rekan yang tidak memiliki kelengkapan surat-surat tersebut, PANITIA tidak bertanggung jawab atas segala hal yang berhubungan dengan peserta, menyangkut kelengkapan surat-surat berkendara.
• SCREENING Petugas (RC dan SO) akan melakukan screening terhadap kendaraan dan kelengkapan peserta. Bagi peserta yang dinilai tidak lengkap dan tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan, berhak didiskualifikasi oleh petugas. Semua anggota WAJIB datang 1 (satu) JAM sebelum keberangkatan.
• TEKNIS PERJALANAN Dilarang keras membunyikan (memakai) sirine dan klakson secara berlebihan. Hal ini untuk menghindari provokasi dan pendapat miring dari masyarakat. Peserta dilarang ikut campur mengatur, menanggapi permasalahan selama touring tanpa permintaan dari petugas. Seluruh keputusan dan teknis perjalanan akan dilaksanakan oleh petugas (Vorijder/Road Captain/Safety Officer/Sweeper).
• PARKIR Mohon untuk parkir dengan rapi, tidak mengganggu pengguna jalan lainnya dan di tempat yang aman. SO dan SW wajib mengatur parkir dengan aman.
BEKAL TURING
Untuk setiap perjalanan touring, diharapkan agar teman-teman sekalian membawa sparepart cadangan masing2 yang terdiri dari:
1. ban dalam,
2. bohlam dpn,
3. busi, sikring,
4. kabel rem/kopling
5. dan tools standar motor
Cheking List kesiapan motor :
1. aki (level air aki pada aki basah - bila pakai)
2. gir set (haus/kendor)
3. stelan kopling
4. lampu-lampu (termasuk warna mika) dan sikring
5. lakher / bearing dan bosh (arm & roda)
6. kampas rem dan minyak rem pada master cakram
7. pengapian
8. stelan mesin & karbu
9. oli mesin
10. kondisi ban dan peleg.
11. Spakboard belakang.
12. Kaca spionPastikan semua ceking list diatas dalam keadaan siap pakai Touring!!
Untuk point 7, 8 dan 9 disarankan untuk Tune Up dulu!!
Cheking List kelengkapan pengendara:
1. Helm (bukan helm cetok)
2. Jaket + rompi tambahan
3. Sarung tangan
4. Jas Hujan (Bukan Ponco)
5. Kaus kaki dan sepatu
6. Refresment (permen, minum, krating daeng etc.)
7. Obat-obatan pribadi
8. Senter
9. Pakaian ganti
10. SIM & STNK yang masih berlaku
Pelarangan terhadap penggunaan :
1. Sirine serta klakson secara berlebihan
2. Lampu rotator dan lampu isyarat lainnya seperti yang diatur dalam Undang-undang Lalu lintas yang berlaku
3. Tindakan arogansi serta kekerasan terhadap pengguna jalan lain.

Hand code (kode tangan)
- gunakan hanya tangan kiri
- ancungan jempol = konfirmasi tanda siap berangkat tanda ; salam brotherhood
- satu jari = bentuk barisan konvoi menjadi satu kolom
- dua jari = bentuk barisan konvoi menjadi dua kolom
- lima jari = konvoi bubar untuk kembali bergabung setelah melewati rintangan (macet)
- jari mengepal = siap-siap berhenti (hanya untuk stop point)
- menunjuk arah = siap-siap berbelok ke arah yang ditunjuk
Foot kode (kode kaki)
- turunkan kaki kiri = menunjukan adanya lobang disebelah kiri
- turunkan kaki kanan = menunjukan adanya lobang disebelah kanan
- turunkan kedua kali = menunjukan jalanan rusak, bergelombang, marka melintang, rel kereta api
Horn code (kode klakson)
- bunyi panjang = konfirmasi siap berangkat (hanya sweeper); tanda klotur putus (hanya sweeper); tanda konvoi sudah kembali komplit setelah terputus (hanya sweeper)
- bunyi berulang sering = permintaan emergency stop- bunyi pendek dua kali = salam brotherhood
Dari beberapa milis
http://freakbiker.blogspot.com

Minggu, 01 Maret 2009

Catatan keberangkatan touring to bandung



Rombongan biker berangkat dari cikarang dengan 8 motor. Sebelum berangkat kita mengadakan briefing singkat dan berdoa. Rute keberangkatan dimulai dari cikarang - karwang - purwakarta - cikalong- padalarang- ngamprah - cisarua - cimahi.
Kita berangkat dari cikarang sesuai dengan schedule yaitu jam 19.00 WIB.

Perjalan yang cukup melelahkan membuat bikers NBC memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu di daerah Cikalong. Walaupun hari menjelang tengah malam tapi Bro Robo masih asik menikmati "Ponari Sweat", eit di cikalong khan gak ada ponari sweat jadinya bro Robo memesan es fanta biru.


Jam 11.30 malam kita sampai di daerah cimahi dan sempet beristirahat dulu untuk menguras isi ATM. Karena perjalannya cukup jauh dan kita semua merasa lapar maka walaupun jam sudah menunjukan jam 00.30 , bro Joni rela mencari makanan untuk para peserta touring.

Next episode : Air Terjun Cimahi

Kamis, 26 Februari 2009

Touring Fun Motorcycles Road to Bandung 2009

Mengawali 2009 ini, NBC menggelar acara "Touring Fun Motorcycles Road to Bandung 2009".
Para Bikers NBC coba mau menjajal tunggangannya ke daerah Bandung. Para peserta touring akan berangkat dari Cikarang selepas magrib menuju Bandung. Selain menguji stamina motor para biker tujuan touring kali ini juga buat refreshing dari aktifitas sehari-hari.

Go..go to Bandung

Inget selama dalam perjalanan utamakan keselamatan dalam berkendaraan.

Tunggu kabar berikutnya seputar perjalan para bikers NBC

Harm Regards
Quantum _bikers